Minggu, 02 November 2014

MAKALAH MANAJEMEN INDUSTRI

TUGAS MANDIRI                                                                    DOSEN PEMBIMBING
Manajemen                                                                          Wahyunis, S.P., M.Pd

Manajemen Industri (Hubungan manjemen industry dan SDM, Fungsi Manajemen Industri & Sistem Informasi Manajemen)



Disusun oleh:
KHAMILATUN KHUSNA
11382203026
Lokal 3 E Agroteknologi



JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
PEKANBARU
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang masih memberikan rahmat dan karunianya berupa nikmat kesehatan dan kesempatan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Mandiri Dasar-Dasar Manajemen tentang. Manajemen Industri (Hubungan manjemen industry dan SDM, Fungsi Manajemen Industri & Sistem Informasi Manajemen)
Shalawat bersampulkan salam tidak lupa pula kami kirimkan kepada junjungan alam, yakni Nabi Muhamad SAW yang telah membawa umatnya dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan.
Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan saran, arahan dan bimbingannya dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalam penulisan maupun penyajiannya, maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar kedepannya lebih baik.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca umumnya.

                                                                                    Pekanbaru, 31 Oktober 2014



Penyusun
Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………….……..
Daftar Isi………………………………………………………………………….
BAB I Pendahuluan
            I.1Latar belakang…………………………………………………………
            I.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….
            I.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………….
BAB II Pembahasan
            II.1 Definisi Manajemen dan Industri…………………………………..
            II.2 Sumber Daya Manusia………………………………………………
            II.3 Manajemen Industri………………………………………………….
II.4 Hubungan Antara Manajemen Industri dan Sumber Daya Manusia
II.5 Manajer………………………………………………………………..
II.6 Peran Manajer………………………………………………………..
II.7 Kompetensi Manager………………………………………………..
II.8 Peran Interpersonal Manajer (Interpersonal Manajerial)………….
II.9 Fungsi Manajemen…………………………………………………..
BAB III Penutup
            III.1 Kesimpulan………………………………………………………….
            III.2 Saran…………………………………………………………………
            III.2 Daftar Pustaka…………………………………………………………


BAB I
PENDAHULUAN

        Industri adalah suatu upaya sistemik untuk menggerakan pembangunan ekonomi dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial. Dalam realitanya, industrialisasi diwujudkan dalam pengertian seperti skala (kecil-besar), hulu-hilir terpadu, aplikasi teknologi tertentu beserta penciptaan nilai tambah yang mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kemampuan tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri untuk meningkatkan kegiatan produksi dan memperkuat sektor ekonomi lainnya.
Didalam makalah ini kami akan membahas manajemen didalam sebuah industry dan juga hubungannya dengan SDM yang berkualitas.

I.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen dan juga apa yang dimaksud dengan industry
2.      Bagaimanakah kaitannya antara manajemen dan juga industry.
3.      Bagaimana peran manajemen untuk mencapai suatu tujuan dalam sebuah industri.


I.3    Tujuan Penulisan
Agar banyak dari pembaca yang membahas makalah yang saya susun ini nantinya akan mengerti tentang bagainama keterkaitan antara manajemen, daan juga industry, dan bagaimana keterkaitan serta peran manajemen tersebut didalm sebuah industry, dan agar nantinya para pembaca tidak akan bingung, da dapat memahaminya.
















BAB II
PEMBAHASAN

1.      Definisi Manajemen dan Industri 

Manajemen
         Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam yaitu manajemen sebagai suatu proses, manajemen sebagai kolektivitas manusia, manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni. Manajemen sebagai suatu proses, definisi manajemen sebagai seuatu proses dapat dilihat pemaparan dari beberapa tokoh sebagai berikut:
  1. Encylopedia Of The Social Science, yaitu suatu prose dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu  dilaksanakan dan diawasi.
  2. Haiman, yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalu kegiatan orang lain, melakukan usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
  3. Giorgy R. Terry, yaitu cara pencapaian yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
  4. Manajemen sebagai suatu kolektinitas merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-lorang inilah yang disebut dengan manajemen, sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manjemen disebut manejer.
  5. Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama  dan telah diorganisasikn menjadi suatu teori manajemen.
  6. Manajemen sebagai suatu seni, yaitu suatu keahlian, kemampuan, keterampilan,dalam aplikasi prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efisisen dan efektif guna mencapai tujuan organisasi.
Dari definisi-definisi yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai sasaran atau tujuan secara efektif dan efisien dimana untuk dapat mencapai tujuan tersebut sumber daya manusia bekerjasama secara kolektivitas.
Industri
        Industri adalah suatu upaya sistemik untuk menggerakan pembangunan ekonomi dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial. Dalam realitanya, industrialisasi diwujudkan dalam pengertian seperti skala (kecil-besar), hulu-hilir terpadu, aplikasi teknologi tertentu beserta penciptaan nilai tambah yang mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kemampuan tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri untuk meningkatkan kegiatan produksi dan memperkuat sektor ekonomi lainnya.
2.      Sumber Daya Manusia
         Sumber daya manusia dalam suatu  industry adalah faktor yang paling menentukan berjalannya suatu industri. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia – bukan mesin – dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
          Unsur MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.
         Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada perusahaan atau industri satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, study tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas).
         Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas industry atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sumber daya manusia adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu industri atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu
Tujuan Organisasional
      Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas industry atau perusahaan. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
1.       Tujuan Fungsional
   Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.
      2.  Tujuan Sosial
Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.
     3. Tujuan Personal
Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.
3.      Manajemen Industri
        Dari pemaparan diatas dapat disimpulakan bahwa manajemen industri adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk menggerakan pembangunan ekonomi manusia secara sistematik yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial sehingga mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kehidupan manusia dan prosesnya dapat berjalan efektif dan efisien.
4.      Hubungan Antara Manajemen Industri dan Sumber Daya Manusia
         Sumber daya manusia atau disingkat SDM adalah tenaga kerja manusia yang di jadikan pekerja pada suatu organisasi atau perusahan dan industry untuk mencapai suatu tujuan didalam industry tersebut. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan atau industri.
    Manajemen juga menyangkut desain dan implementasi perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen ini melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya sehingga ketika sumber daya manusia ini dikontrol dengan baik maka akan memiliki hasil yang baik pula pada industry tersebut.
Dalam imanajemen industry, industry yang baik harus berhubungan dengan sebuah sistem, karena sistem inilah yang dimaksud dengan manajemen, industry dan sumber daya manusia.
       Suatu manajemen tidak akan berjalan ketika tidak ada yang bertanggung jawab atas berjalannya manajemen tersebut, maka dar itu dalam hal ini agar manajemen ini dapat berjalan maka diperlukan manajer. Manejer adalah seorang yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas  manajemen agar tujuan dari unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan dan kerjasama orng lain. Manajemen dan manejer adalah hal yang berbeda, dimana manajemen kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang disebut manajer.
5.      Manejer
         Dalam sebuah industry atau perusahaan, membutuhkan seorang pemimpin atau dalam sebuah industry disebut manajer. Kaitannya dalam manajemen adalah seorang manajer dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen sehingga mampu mengaplikasikan ilmunya untuk mengorganisir dan mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga menjadi efektif dan efisien. Manajer disini harus mampu memanejemen semua sumber daya yang ada dimana mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
      Berdasarkan tingkatannya manajer dapat dibedakan dalam beberapa tingkatan yaitu manajemen puncak, menengah, dan manajemen tingkah bawah. Keterampilan manajerial yang dibutuhkan untuk masing-masing tingkat manajemen juga berbeda. Manejer tingkat atas lebih banyak memerlukan keterampilan yang bersifat konseptual, tingkat menengah adalah sebagai penerjemah konsep dan sedangkat tingkat bawah memelukan keterampilan teknis dan operasional atau yang mengerjakan dan mengaplikasikan konsep itu dalam kehidupan sehari-hari.
6.      Kompetensi Manajer
        Seorang manejer dituntut untuk memiliki kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan etika. Pengetahuan yang meliputi bidang teknis dan bidang manejerial. Seorang manejer harus memahami proses bisnis yang dipimpinnya dan mempunyai pengetahuan tentang bidang manejerial agar mampu menjalankan industry atau perusahaan dengan baik. Pengetahuan dapat diperoleh dari pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Selain engetahuan, seorang manajer harus mempunyai keterampilan atau skill baik dalam bidang teknis maupun keterampilan dalam mengelola industry atau perusahaannya. Selain pengetahuan dan keterampilan, seorang manejer juga ituntut untuk memiliki etika profesi dalam menjalankan bisnis sesuai kaidah atau hokum dan aturan yang berlaku.
         Setiap jenjang manajemen membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Manejer puncak lebih membutuhkan kemampuan konseptual dibandingkan kemampuan teknis. Manejer menengah membutuhkan kemampuan konseptual dan teknis  secara berimbang, sedangkan manejer tingkat bawah lebih membutuhkan keterampilan teknis. Ketiga manejer tersebut membutuhkan kemampuan hubungan manusiawi yang kurang lebih sama besarnya. Dengan kemampuan yang baik diharapkan seorang manejer mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga tujuan perusahaan atau industry yang tercantum dalam visi dan misi dapat tercapai dengan baik. Kompetensi manajer dapat dikelompokan menjadi:
1.      Management skill
Kemampuan manajemen merupakan kemampuan dalam menerapkan fungsi-fungsi maanjemen (Planning, organizing, actuating, staffing, coordinating, commanding, budgeting and controlling) dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang muncul.
2.      Tehnical skill
kemmpuan teknis merupakan kemampuan dalam menggunakan alat, ermasuk alat bantu     (Tools), menerapkan prosedur operasional standard an pengetahuan teknis yang berkaitan dengan bidang kerja. Manajer harus memiliki keahlian yang cukup dalam bidang kerjanya.
3.      Human Skill,
kemampuan manusiawi merupakan emampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok.
4.      Conceptual skills,
kemampuan konseptual merupakan kemampuan untuk mengkordinasi dan memadukan berbagai kepemntingan dan kegiatan didalam perusahaan atau industry.manajer harus mempunyai konsep yang jelas, terarah, terukur untuk menjalankan industry tersebut.

Oleh karena itu manajer tidak akan lepas dari pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berangkat dari masalah atau kescempatan. Pengambilan keputusan pada dasarnya memilih alternative yang terbaik dari serangkaian alternative yang ada. Ada dua tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram keputusan tidak terprogram untuk memecahkan masalah yang tidak muncul secara rutin sedangkan keputusan yang terprogram untuk memecahkan masalah secara rutin. Dalam pengambilan keputusan situasi yang dihadapi oleh seorang manajer dapat bervariasi dari kondisi yang pasti sampai kondisi yang tidak pasti.
Pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan ditunjukan untuk mengurangi ketidakpstian. Urutan dalam pendekatan tersebut adalah meneliti situasi, mengembangkan alternative pemecahan, mengevaluasi alternative dan memilih yang terbaik, implementasi dan follow-up serta evaluasi. Disamping pendekatan rasional ada beberapa model yang realistis. Beberapa model tersebut adalah administrative, heuristic, intuisi, eskalasi serta pengaruh politik dan etika. Model-model tersebut menunjukan bahwa manajer tidak selalu rasional dalam pengambilan keputusan, pengambilan keputusan dapat ditingkatkan efetivitas individu maupun kelompok.
7.      Peran manajer
Selain menjalankan fungsi manajemen, seorang manajer juga dituntut untuk menjalankan perannya sebagai seorang manajer. Tugas menajer meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,  pengkordinasi da pengendali, seluruh sumber daya yang ada guna mencapai tujuan. Menurut Mintzberg peran seorang manajer dapat dibagi menjadi tiga peran besar yaitu, interpersonal, informational, dan decisional. Interpersonal merupakan peran manajer yang berkaitan dengan pekerjaan yang berhubungan denga orang lain dan tugas-tugas yang bersifat seremonial dan simbolik. Informational merupakan peran manajer yang berkaitan dengan menerima, menyimapn dan menyebarluaskan informasi. Sedangikan decisional merupakan peran manajer yang berkaitan dengan penentuan berbagai pilihan.
8.      Peran Interpersonal Manajer (Interpersonal Manajerial)
       Manajer mempunyai tiga peran dalam hubungannya dengan sesame anggota perusahaan atu industry yaitu:
·         Peran figure
Peran figure artinya bahwa seorang maanjer merupakan symbol. Manajer harus berperan melakukan tugas rutin yang berkaitan dengan tugas-tugas resmi dan pekerjaan-pekerjaan3yang bersifat social. Sebagai contoh adalah memberi sambutan pada acara resmi, membuka acara yang diselenggarakan industry, menjadi penanggung jawab setiap kegiatan dan sebagainya.
·         Peran pemimpin
Manajer adalah pemimpin sehingga manajer harus mampu memimpin, membimbing, memotivasi, memberikan reward dan pusnishmen, mengatur anggotanya melalui pembagian kerja agar tujuan dapat tercapai.
·         Peran Penghubung
Peran manajer yamg lain adalah sebagai penghubung antar anggota atau sumber daya manusia, antar anggota dan pihak eksternal. Untuk itu diperlukan kemampuan komunikasi dari manager agar dapat terjadi hubungan yang harmonis antara anggota organisasi maupun dengan pihak eksternal.
·         Peran informasional Manajer
Manajer mempunyai peran dalam hal pencarian, pengelolahan dan penistribusian baik dari maupun untuk anggotanya. Peran manajer dalam bidang informasi meliputi tiga peran:
·         Pemonitor
Manajer harus menjalankan peran dalam hal mencari, menerima berbagai informasi pengembangan  pemahaman terhadap industry. Seorang manajer harus mampu melakukan monitoring terhadap semua kejadian yang dapat memberikan pegaruh terhadap industry.
·         Deseminasi
Manajer harus menjalankan peran sebagai desiminator yaitu dalam penyebaran informasi baik kepada internal maupun eksternal perusahaan atau industry. Manajer harus dapat membedakan antara informasi yang berasal dari fakta (kebenaran) atau informasi yang bersifat interpretasi.
·         Juru bicara
Manajer mempunyai peran yang sangat sebagai juru bicara yaitu dalam hal menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada pihak luar kegitan-kegiatan ataupun produk dan hasil yang dicapai.
Ø  Peran manajer dalam pengambilan keputusan
Peran manajer lainnya adalah dalam hal pengambilan keputusan. Manajer mempunyai minimal 4 yang berkaitan dengan pengambilan keputusan:
·         Kewirausahaan
Seorang manajer harus mampu mencari berbagai peluang bagi perusahaan atau industry terhadap lingkungannya dan mengambil inisiatif  untuk mengembangkan berbagai proyek perubahan. Manajer perlu mengembangkan jiwa enterprenuership guna mengembangkan organisasi menjadi lebih profit, lebih baik dan lebih skses.
·         Penyelesai masalah
manajer mempunai tanggung jawab terhadap tindakan perbaikan ketika terjadi masalah yang tidak diharapkan.

·         Pembagi sumber daya
 manajer mempunyai tugas yang utama yaitu Planning, organizing, actuating, leading, staffing anda controlling sehingga manajer berperan dalam mengalokasikan sumber daya yang ada baik material, machine, money dan sumber day industry yang lain.
·         Negosiator atau juru runding,
manajer bertanggung jawab dalam mewakili perusahaan atau industry pada kegiatan negosiasi dengan pihak luar perusahaan atau industry, sehingga manajer perlu mengembangkan kemampuan negosiasi.
9.      Fungsi Manajemen 
       Semua organisasi atau industry bahwa untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika industry bekerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mngalami kesulitan dan hambatan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkannya. Karena fungsi menajemen sendri adalah:
a.      Perencanaan / Planning,
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
b.      Pengorganisasian / Organizing,
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan. Pengorganisasian ini meliputi:
c.       Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.
Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
d.      Penugasan tanggung jawab tertentu
Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya.
e.       Pelaksanaan / Actuating,
Fungsi pelaksanaan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
f.       Pengendalian / Controling,
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Menajaga keseimbangan antara tujuan-tjuan yang bertentangan, Kadang dalam suatu industry terdapat kepentingan, tujuan, sasaran dan kegatan yang berbeda dari para pekerja. Hal ini akan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Dengan manajemen yang baik permasalahan ini dapat diseimbangkan sehingga prioritas tujuan industry dapat diutamakan.
g.      Mencapai efisien dan efektifitas,
Kinerja industry merupakan ukuran baik tidaknya suatu industri,  salah satu cara untuk mengukur kinerja suatu industry yaitu dengan peningkatan efisien dan efektifitas kinerja. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa suatu industry untuk dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya diperlukan manajemen yang baik. Jika perusahaan dan industry bkerja tanpa manajemen yang baik tentu akan mengalami kesulitan dan hambatan yang berat dalam usaha untuk mencapai tujuannya. Manajemen diperlukan dalam suatu perusahaan atau industry untuk:
h.      Mencapai tujuan,
tujuan akan tercapai dengan baik jika manajemen diterapkan dengan baik dengan meminimasi trial and error atau coba-coba. Melalui ilmu dan seni, sumber daya yang ada dapat dioptimalkan demi tercapainya suatu tujuan secara efektif dan efisien.
Menjaga keseimbangan dantara tujuan-tujuan yang bertentangan. Kadalang dalam suatu perusahaan atau industry terdapat kepentingan, tujuan, sasaran dan kegiatan yang berbeda dari para anggota dan pengurusnya. Hal ini akan menimbulkan benturan yang sangat hebat. Dengan manajemen yang baik permasalahan ini dapat diseimbangkan sehingga prioritas tujuan bersama dapat diutamakan.
i.        Mencapai efisiensi dan efektifitas.
Kinerja suatu perusahaan dan industry merupakan ukuran baik tidaknya suatu industry tersebut yaitu dengan peningkatan efisien dan efektifetas kinerja.
j.        Sistem informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang diperlukan bagi manajemen untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan dalam mencapai tujuan perusahaan atau industry.
Fungsi sistem informasi manajemen dalam perusahaan:
v  Perencanaan
Dengan tersedianya sistem informasi manajemen akan dapat menyediakan data yang diperlukan untuk mengambil tindakan yang cepat dan mudah apabila terjadi masalah dengan penjadwalan. Fungsi-fungsi perencanaan yang telah  tersediadan jauh lebih berkembang memungkin perusahaan atau industry mengurangi biaya-biaya produksi barang, meningkatakan ketepatan pengiriman barabnng, serta meningkatakan flewksibelitas perusahan dan industry dalam menyusun jadwal kebutuhan stok.
v  Manajemen Stok Barang,
dalam manajemen stok barang sistem informasi manajemen dapat:
·         Mengontrol stok barang
·         Mangatur pengadaan barang
·         Mangatur pengiriman dan penerimaan barang
·         Melacak informasi mengenai lokasi dan banyaknya barang\
·         Melakukan penyesuaian terhadap pemerikasaan secara fisik jumlah stok barang dengan metode ”Cycle Couting” perbagian barang atau metode  “Physical Inventory” untuk seluruh barang.
·         Memproses transaksi stok.
·         Menganalisa dan mengatur informasi mengenai biaya
·         Pengaturan yang efektif untuk barang jadi, barang setengah jadi dan bahan baku marupakan suatu hal yang  sangat penting dalam seluruh operasional perusahaan. sistem informasi manajemen memberikan sistem pengaturan barang yang handal dan terstruktur serta keseluruhan fungsi-fungsi yang dbutuhkan ntuk dapat melakukan pengontrolan secara akurat terhadap setiap transaks stok, biaya produksi, yang terjadi serta pemakaian barang.
v  Manajemen keungan/ Akunting
Fungsi sistem informasi manajemen dalam manajemen keuangan atara lain sebagi berikut:
·         Membuat budget dan memotong aliran dana
·         Memprose hutang dan piutang dagang
·         Memasukan transaksi-transaksi pada buku besar
·         Me-rekonsialisasikan perkiraan-perkiraan keungan
·         Menelusuri biaya-biaya pemakaian barang, tenaga kerja dan produksi.
Sistem informasi manajemen dapat menyediakan fungsi-fungsi yang cukup memadai dan fleksibel untuk menangani keuangan dan akunting. Memungkin perusahaan untuk dapat menelusuri dan mencari sumber dan pemakaian aliran dana didalam perusahaan atau industry secara aman dan akurat. Transaksi keuangan akan semakin mudah.
Menangani pembelian
Sistem informasi manajemen dapat menangani seluruh aktifitas pembelian, mulai dari penyeleksi pemasok sampai pada memasukan data penawaran, memasukan order pembelian sampai pada penerimaan barang dan melakukan inspeksi.
Produksi
Sistem informasi manajemen memberikan fungsi-fungsi yang lengkap dalam hal produksi untuk membantu perusahaan dalam menangani proses yang terjadi pada barang setengah jadi dan meningkatkan produktifitas karyawan dengan menjalankan fungsi dan fasilitas “Labor-Saving”, yang memungkinkan pengontrolan lebih besar terhadap operasional  produsi dan jadwal scheduling produksi.

















BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat disimpulakan bahwa manajemen industri adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk menggerakan pembangunan ekonomi manusia secara sistematik yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial sehingga mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kehidupan manusia dan prosesnya dapat berjalan efektif dan efisien.

III.2 Saran
              Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penulisan makalah kami ini, kami memohon kepada para pembaca agar memberikan sekiranya Kritikan dan juga saran yang membangun, agar kami dapat lebih baik lagi dalam penulisan makalah kedepannya.









DAFTAR PUSTAKA

Jurnal PDF: Manajemen dalam Industri

http://Musa Hubeis,blogspot.com-pengetahuan-manajemen-industri.htm








Tidak ada komentar:

Posting Komentar