Minggu, 30 November 2014

Tugas Mandiri                                                           Dosen Pembinbing
Pangan dan Gizi                                              Wahyu Haryati Maser S.Pt.,M.Si


Kandungan Dalam Rumput Laut Merah Di Tiga Lokasi Pembudidayaan Dan Proses Pencernaannya Sehingga Menghasilkan Energi
380696_414680428550454_100000255013326_1513367_788559605_n
Disusun Oleh Kelompok :

KHAMILATUN KHUSNA
E/3 AGROTEKOLOGI
11382203026


JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
PEKANBARU
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang masih memberikan rahmat dan karunianya berupa nikmat kesehatan dan kesempatan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan mandiri Mata Kuliah Pangan dan Gizi tentang Kandungan Dalam Rumput Laut Merah Dan Peoses Pencernaannya Sehingga Menghasilkan Energi. Shalawat bersampulkan salam tidak lupa pula kami kirimkan kepada junjungan alam, yakni Nabi Muhamad SAW yang telah membawa umatnya dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan.
Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan saran, arahan dan bimbingannya dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalam penulisan maupun penyajiannya, maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar kedepannya lebih baik.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca umumnya.

                                                                              Pekanbaru, 30 November 2014



Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar……………………………………………………………………...
Daftar Isi…………………………………………………………………………....
BAB I Pendahuluan
            I.1 Latar belakang…………………………………………………………..
            I.2 Rumusan Masalah……………………………………………………….
            I.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………..
BAB II Pembahasan
A.    Bahan Pangan Rumput Laut Merah………………………………….
B.     Komposisi Komponen Makro Yang Terkandung Dalam Bahan Pangan Rumput Laut Merah………………………………………………….
C.     Proses Pencernaan Komponen Makro Dalam Rumput Laut Tersebut Hingga Menghasilkan Energi…………………………………………
BAB III Penutup
            III.1 Kesimpulan……………………………………………………………
            III.2 Saran…………………………………………………………………...
            III.2 Daftar Literatur………………………………………………………





BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang.
            Di perairan Indonesia terdapat 555 jenis rumput laut yang tumbuh, sekitar 55 diantaranya telah digunakan sebagai produk makanan, diantara 55 jenis tersebut adalah E. spiosum dan E. cottoni yang banyak dibudi dayakan di Bali (Nusa Penida), Sulawesi Selatan (Takalar), Madura (Sumenep), berpotensi untuk dikembagkan sebagai sumber keaekaragaman hayati yang dibutuhkan oleh industry pangan dan non pangan.
            Rumput laut ini megandung banyak sekali Polisakarida, suatu senyawa hidrokoloid yag terdiri atas ester kalium, natrium dan magnesium atau kalsium sulfat dengan galaktosa dan kopolimer 3.6 anhidrogalaktosa. Pemanfaatan karagenanantaralain untuk industry makanan dan obat-obatan. Yaitu sebagai stabilator, bahan pengental dan pengemulsi.
I.2 Rumusan Masalah.
1. Apa-apa sajakah kandungan dalam bahan pangan rumput laut merah?
2. Apa-apa sajakah yang termasuk dalam komponen makro pada bahan pangan rumput laut merah?
3. Bagaimanakah proses pencernaan komponen makro dalam rumput laut tersebut hingga menghasilkan energy?

I.3 Tujuan Penulisan
            Adalah untuk menganalisis dan menemukan kaandungan berbagai komponen makro dalam bahan pangan rumput laut merah, dan juga untuk mengetahui bagaimana tubuh mencerna komponen-komponen makro pada rumput laut merah tersebut sehingga mampu menghasilkan energy, untuk menunjang aktivitas sehari-hari manusia.













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Bahan Pangan Rumput Laut Merah
            Bahan pangan rumput laut merah ini merupakan salah satu jenis dari  555 jenis rumput laut yang tumbuh dan tersebar di seluruh laut Indonesia. Rumput laut jenis ini paling banyak dibudidayakan di Bali, Sulawesi Selatan, dan juga Madura,
Rumput laut merah ini atau E. Spinosum memiliki nilai nutrisi yang sangat baik, diantaranya karbohidrat, serat dan juga mineral-mineral lain. Komposisi kimia rumput laut merah ini semua sama di berbagai tempat pembudidayaannya kecuali kadar seratnya.
Selain dapat dikonsumsi utuh, bahan pangan rumput laut merah ini juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan baik itu produk berupa makanan, obat-obatan, maupun kosmetik yang kini telah banyak beredar dipasaran.
B.     Komposisi Komponen Makro Yang Terkandung Dalam Bahan Pangan Rumput Laut Merah.
Rumput laut merah ini mengandung polisakarida yang tinggi merupakan struktur dari dari dinding sel yang di ekstrak dari rumput laut merah menghasilkan keragenan dan agar, berikut merupakan komposisi kimia rumput laut merah E. spinosum, dari tiga perairang yang berbeda.
Komposisi %
Bali
Sulawesi Selatan
Madura
Air
19.55 ± 0.49
21.27 ± 0.52
19.92 ± 2.15
Abu
18.70 ± 0.55
19.55 ± 0.49
18.95 ± 0.10
Protein
4.85 ± 0.62
5.74 ± 0.21
5.59 ± 0.32
Lemak
0.1  ± 0.02
0.06 ± 0.03
0.02 ± 0.01
Karbohidrat
56.80
53.44
55.52

Kandungan Makro
©      Air, merupakan komponenkimia penting yang berhubungan dengan mutu rumput laut. Rumput laut bersifat hidroskopis, penyimpanan pada tempat lembab menyebabkan rumput laut akan cepat rusak.
©      Lemak, rumput laut sangatlah sedikit. Dan itulah kenapa rumput laut menjadi salah satu jenis bahan pangan yang baik untuk tubuh.
©      Protein, pada E. spinosum, berkisar 4.85-5.95%, hasil pemnelitian Eidman 1991, menyebutkan bahwa pada periode pertumbuhan eksponensial alga lebih banyak mensintesis protein sehingga pembentukan dinding sel dan juga cadangan makanan menjadi sedikit, pada kondisi ini pasokan nitrogen sedikit dsn sebagian proses sintesis protein dari kegiatan fotosintesis akan diubah menjadi sintesis karbohidrat.
©      Karbohidrat, merupakan komponen Makro utama pada bahan pangan rumput laut merah ini, terdiri dari D dan L-galaktosa, 3,6-anhidrogalaktosa, ester sulfat gula, , gula alkohol, dan inositol. Menurut Bidwel 1974, karbohidrat pada rumput laut terdiri atas fruktosa, galaktosa, arabinosa, asamarabinosa, asam uronat, gyserol, dan asam eritronoat. hasil analisis karbohidrat pada penelitian ini adalah 53,44-58,80%. karbohidrat dalam E .sipnosum merupakan senyawa L-gaktosa dan D-galaktosa 3,6% anhidrogalaktosa berikatan dengan sulfat atau tidak yang dihubungkan dengan α (1,3) dan β (1,4) dengan ikatan glikosidik.
Kandungan Mikro
©      Abu karagenan, cukup tinggi karena rumput laut memiliki mineral makro dan mikro, karena fraksi yang berupa mineral 30%dari berat kering, kandungan mineral utamannya adalah Natrium (16-4.7%), Kalium (2.5-7.5%), Kalsium (0.2-2.4%), dan Iodin (20-2500 ppm).

C.    Proses Pencernaan Komponen Makro Dalam Rumput Laut Tersebut Hingga Menghasilkan Energi.
1.      Mulut
ü  Di dalam mulut Bahan pangan Rumput laut, baik yang segar maupun olahan, di kunyah oleh gigi dalam bentuk yang lebih halus atau kecil ukuran nya. Peran Saliva, saliva mulai terbentuk, mucus di dalam saliva membantu bahan pangan dari rumput laut merah tersebut tertelan masuk kedalam stomach .
2.      Stomach
ü  Stomach membantu menghaluskan bahanpangan rumput laut merah tersebut dengan bentuk yang lebih sederhana lagi.  Dengan bantuan enzim start yang terdapat pada stomach dan protein pada Rumput laut merah ini berubah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.
ü  Muscle telah terbentuk pada tahap akhir ini, makanan yang telah halus dengan bantuan stomach tersebut kemudian masuk ke dalam duodenum.
3.      Duodenum
ü  Di dalam duodenum terdapat enzim yang lengkap, protei di ubah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil dengan bantuan Enzim .
ü  Partikel-partikel Minyak di ubah menjadi lebih sederhana lagi, Selanjutnya mengubah partikel-partikel berupa minyak/lemak menjadi lebih sederhana, Enzim tersebut kemudian partikel-partikel minyak/lemak further.
4.      Ileum
ü  Di dalam ileum, protein dan lemak menjadi partikel dalam bentuk yang lebih sederhana lagi yang akan di absorbs, Penyerapan-penyerapan pada villi diserap secara menyeluruh, dengan sisa nya berupa air.
5.      Colon
ü  Selanjutnya bahan pangan rumput laut merah yang telah disederhanakan tersebut di serap oleh colon, untuk tubuh sebagai energy dan cadangan makanan berupa lemak dan protein bagi pertumbuhan, dan makanan yang tidak di butuhkan lagi pada tubuh akan di buang berupa feses melalui anus serta air dan zat lainnya berupa urin.
ü  Di dalam pencernaan manusia terdapat colon dan juga usus buntu, jika terdapat partikel asing yang tidak di kenali di dalam tubuh maka, tidak  akan di serap pada colon, dan kemudian kebanyakan hanya tertinggal pada bagian usus buntu, jika hal ini terus berlanjut dapat menyebabkan usus buntu dan juga kanker colon.
6.      Anus
ü  Tahap akhir yaitu hasil penyerapan serat tidak langsung di buang, namun terjadi penumpukkan terlebih dahulu dari penyerapan makanan yang telah terbentuk, setelah terjadi penumpukkan serat-serat tersebut kemudian terjadi  pembuangan berupa fases yaitu  melalui anus, dan keuntungan dari menkonsumsi rumput laut merah ini adalah juga untuk mempermudah proses pencernaan dalam tubuh, hal ini dikarenakan didalam rumput laut merah itu sendiri terkandung banyak serat yang baik untuk proses pencernaan, hingga mempermudah proses pembuangannya pula.











BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Pada rumput laut merah E.spinosum memiliki nilai nutrisi yang sangat besar, didalamnya terdapat komposisi berupa komponen Makro dan Mikro, Komponen makronya berupa Karbohidrat, Protein, Lemak dan juga Air. komponen makro yang merupakan komponen penyusun utama didalam rumput laut merah itu adalah Karbohidrat. Sedangkan komponen mikro yang terdapat dalam bahan pangan ini adalah berupa mineral 30%dari berat kering, kandungan mineral utamannya adalah Natrium (16-4.7%), Kalium (2.5-7.5%), Kalsium (0.2-2.4%), dan Iodin (20-2500 ppm).
Banyaknya serat didalam rumput laut merah ini akan sangat bermanfaat bagai pencernaan didalam tubuh, karena selain akan melancarkan proses pencernaan, kandungan serat yang banyak ini juga akan mempermudah saat akan mengeluarkan feses dari dalam tubuh.
III.2 Saran
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penulisan tugas laporan kami ini, kami memohon kepada para pembaca agar memberikan sekiranya Kritikan dan juga saran yang membangun, agar kami dapat lebih baik lagi dalam penulisan makalah kedepannya.


DAFTAR LITERATUR
Literatur Utama
Jurnal PDF:Karakteristik Komposisin Kimia Rumput Laut Merah (Rhodophycea) Euchuma spinosumYang Dibudidayakan Dari Perairan Nusa Penida, Takalar, dan Sumenep. Berkala Perikanan Terubuk, Juli 2011, ISSN 0126-4265, Universitas Riau.
Literatur Pembanding
Jurnal PDF:Protein Pada Rumput Laut. Oseana, oleh Tri Handayani, ISSN 0216-1877.
Jurnal PDF: Analisis Komposisis Rumput Laut Sargassum crassifolium J. Agardh, Biofarmasi, Oleh Tri Handayani, Sutarno Ahmad Dwi Setyawan, ISS:1693-2242


Tidak ada komentar:

Posting Komentar